Home » Sorot Mata

Pendidikan Karakter

Submitted by xavetafransitanjungkarang on February 5, 2010 – 1:36 pmNo Comment
Pendidikan Karakter

Penanaman Pendidikan Karakter Pada SD Fransiskus Tanjungkarang

Oleh: Bernadina Apriana – Guru SD Fransita

Saat ini kita sebagai Warga Negara Indonesia dihadapkan pada perubahan yang tak menentu, seperti tampilan produk, teknologi, informasi, pemikiran bahkan budaya yang datang dari luar negeri. Jika tidak diimbangi dengan konsep diri yang baik maka kita hanya akan menjadi konsumen yang kemudian tergerus oleh arus globalisasi yang menyesatkan. Konsep diri sebagian besar ditentukan oleh kecerdasan emosi, dan sisanya adalah intelektual.

Untuk mendapatkan karakter yang berkualitas maka perlu dibentuk sejak dini dan tentunya dibina sejak kecil. Sementara Sistim Pendidikan terlalu berorientasi pada pengembangan kognitif, dan kurang memperhatikan pengembangan afektif, empati dan rasa. Mata Pelajaran yang disajikan hanya ditekankan pada aspek hafalan, atau hanya sekedar tahu. Padahal pembentukan karakter harus dilakukan secara berkesinambungan yang melibatkan aspek keilmuan, rasa, serta tingkah laku.

Sekolah-sekolah formal tingkat Sekolah Dasar memiliki porsi belajar yang dirancang untuk mendapatkan pengetahuan sebagai bekal hidup. Padahal sebagai orang tua akan senang melihat anak yang berakhlak baik, sopan, dan menghormati orang yang lebih tua. Tentunya demikian bukan?

Oleh karena itulah dan mau tidak mau kita sepakat bahwa tugas dunia pendidikan adalah membentuk karakter kepandaian anak yang tidak hanya pandai dalam akademis tetapi juga akhlak si anak.

Guru dari mata pelajaran apapun akan mengambil tugasnya masing-masing untuk bersama-sama mendidik karakter anak didik yang sesuai dengan mata pelajaran masing-masing. Apapun mata pelajaran yang disampaikan maka arahnya selalu ditujukan kepada pendekatan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena bagian yang paling utama dan mulia dari seorang manusia adalah hatinya. Maka untuk itulah Para Guru Pendidik di sekolah swasta ini menggiring siswanya untuk mendekatkan diri kepada Tuhan.

Pada kenyataannya salah satu Sekolah Swasta di Bandar Lampung ini mampu memadukan antara kegiatan belajar mengajar dengan implementasi di dalam kehidupan sosial para siswa. Ada banyak materi karakter dimasukkan ke dalam pembelajaran seperti murah hati, kasih sayang ,penuh perhatian, kejujuran, tanggungjawab, dan lainya. Kebiasaan mengucapkan salam, mencium tangan ketika bertemu guru, mengucapkan doa pada awal dan akhir belajar, membuang sampah pada tempatnya, merupakan contoh dan bentuk implementasi sederhana yang nantinya akan berakar di dalam diri para siswa sampai kapanpun.

Untuk memenuhi semua kebutuhan hal tersebut di atas maka Penanaman Pendidikan Karakter selalu diterapkan pada Sekolah kami, SD Fransikus 1 Tanjungkarang-Bandar Lampung.

Leave a comment!

Tulis komentar anda, atau trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

Silahkan menggunakan tag:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Web ini telah didukung oleh Gravatar. Untuk menampilkan Photo anda silahkan register di Gravatar.